(Review Buku) Soe Hok Gie
REVIEW: Catatan Seorang Demonstran
Judul: Catatan Seorang Demonstan
Penulis: Soe Hok Gie
Halaman: 385
Penerbit: LP3ES
Tahun Terbit: 2012
Sinopsis:
Catatan Seorang Demonstran' Sebuah buku tentang pergolakan pemikiran seorang pemuda, Soe Hok Gie. Dengan detail menunjukkan luasnya minat Gie, mulai dari persoalan sosial polotik Indonesia modern, hingga masalah kecil hubungan manusia dengan hewan peliharaan. Gie adalah seorang anak muda yang dengan setia mencatat perbincangan terbuka dengan dirinya sendiri, membawa kita pada berbagai kontradiksi dalam dirinya, dengan kekuatan bahasa yang mirip dengan saat membaca karya sastra Mochtar Lubis.
"Gie", banyak menulis kritik-kritik yang keras di koran-koran, bahkan kadang dengan menyebut nama. Dia pernah mendapat surat kaleng yang memaki-maki dia " Cina yang tidak tahu diri, sebaiknya pulang ke negerimu saja". Ibunya pun sering khawatir karena langkah-langkah "Gie" hanya menambah musuh saja.
"Soe Hok Gie" bukanlah stereotipe tokoh panutan atau pahlawan yang kita kenal di negeri ini. Ia adalah pecinta kalangan yang terkalahkan dan mungkin ia ingin tetap bertahan menjadi pahlawan yang terkalahkan, dan ia mati muda.
Semangat yang pesimis namun indah tercermin dimasa-masa akhir hidup juga terekam dalam catatan hariannya : "Apakah kau masih disini sayangku, bicara tentang anjing-anjing kita yang nakal dan lucu."
Penilaian saya: 7,5/10
Review:
Oleh Diba Shafira
Ku pikir, soe hok gie sudah menjelma sebagai manusia yang manis. Seorang idealis murni yang dapat mendeklarasikan keberanian diatas keadilan. Ketika dendamnya membatu ia tak ragu melibatkan kekuaasan dalam lumpurnya politik tak bermoral. Moralitas menjadi kunci arah buku ini membawa kita. Ketika membaca buku ini, kita terbawa dalam situasi dimana soe hok gie, mencoba merealisasikan cita cita nya yg jujur terhadap reformasi. Saat dimana kita merasa takut, senang dan berjuang.. di buku ini semua rasa di cicipi dengan baik lewat tulisan soe hok gie. Walaupun kadang saya pun kurang bisa memahami idealisnya, namun masih bisa dirasakan dengan awam.
"Lebih baik diasingkan daripada menyerah terhadap kemunafikan - Soe Hok Gie"
Komentar
Posting Komentar