Postingan

Menampilkan postingan dengan label SASTRA INDONESIA

(Review) Totto-chan: Gadis Cilik di Jendela

Gambar
REVIEW BUKU:  Totto-chan: Gadis Cilik di Jendela BUKU NOVEL Judul :"Totto-chan: Gadis Cilik di Jendela" Penulis :Tetsuko Kuroyanagi Halaman : 272 Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama Tahun terbit : 2008 Sinopsis: Ibu guru menganggap Totto-chan bakal, padahal gadis cilik itu hanya punya rasa ingin tahu yang besar. Itulah sebabnya ia gemar berdiri di depan jendela selama pelajaran berlangsung. Karena para guru sudah tak tahan lagi, akhirnya Totto-chan dikeluarkan dari sekolah. Mama pun mendaftarkan Totto-chan ke Tomoe Gakuen. Totto-chan girang sekali, disekolah itu para murid belajar di gerbing kereta yang dijadikan kelas. Ia bisa belajar sambil menikmati pemandangan di luar gerbong dan membayangkan sedang melakukan perjalanan. Mengasyikkan selali, bukan? Di Tomoe Gakuen, para murid juga boleh mengubah urutan pelajaran sesuai keinginan mereka. Ada yang memulai hari dengan belajar fisika, ada yang mendahulukan menggambar, ada yang ingin belajar bahasa du...

(Review) Sepotong Senja untuk Pacarku

Gambar
REVIEW: Sepotong Senja untuk Pacarku BUKU NOVEL Judul : Sepotong Senja untuk Pacarku Penulis : Seno Gumira Ajidarma Halaman : 220 Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun terbit : 2002 Sinopsis: Kisah cinta Sukab yang mengirimkan sekerat senja dalam amplop untuk Alina, pujaan hatinya, namun baru sampai sepuluh tahun kemudian, menjadi kisah utama dalam kumpulan cerpen tentang senja yang sangat populer ini. Setelah satu dekade berlalu, keindahan senja yang diabadikan Seno ternyata banyak dijadikan bagian dari surat cinta untuk menenangkan hati para gadis di dunia nyata. Dalam cerpen lainnya, senja tampil dalam 16 komposisi, menjadi pengikat kisah-kisah renungan tentang kehidupan. Kumpulan cerpen ini tampil baru dalam bonus tiga cerpen tambahan yang diambil dari buku Seno Gumira Ajidarma yang lain, Linguae. Tak lupa, ada lembaran 'surat cinta' yang bisa langsung dikirim untuk kekasih hati. Penilaian saya : 4,5/5 Review : Oleh Diba Shafira. Saya mengenal ceri...

Aku ingin...

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana Aku ingin mencintaimu dengan sederhana Dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu Aku ingin mencintaimu dengan sederhana  Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada Sapardi Djoko Damono

Chairil Anwar

KUMPULAN PUISI: Chairil Anwar NISAN Bukan kematian benar menusuk kalbu Keridlaanmu menerima segala tiba Tak kutahu setinggi itu atas debu dan duka maha tuan bertakhta. Oktober 1942 DI MESJID Kuseru saja Dia Sehingga datang juga Kami pun bermuka-muka Seterusnya Ia menyala-nyala dalam dada Segala daya memadamkannya Bersimpah peluh diri yang tidak bisa diperkuda Ini ruang Gelanggang kami berperang Binasa-membinasa Satu menista lain gila Mei 1943 AKU Kalau sampai waktuku Ku ingin tak seorang kan merayu Tidak juga kau Tak perlu sedu sedan itu Aku ini binatang jalang Dari kumpulannya terbuang Biar peluru menembus kulitku Aku tetap meradang menerjang Luka dan bisa kubawa berlari Berlari Hingga hilang pedih peri Dan aku akan lebih tidak peduli Aku mau hidup seribu tahun lagi 1943 SENJA DI PELABUHAN Buat Sri Ayati Ini kali tidak ada yang mencari cinta di antara gudang,rumah tua, pada c...